sebut saja arogansi
atas self contentment..
bukannya disini saya menghidupi
kehidupan invidualisme barat?
interaksi ini,
sungguh tidak harus ada maunya..
karena saya bahagia
(sebelum kita bahkan bertemu)
dan saya hanya ingin menyaksikan
kamu, bahagia
dan mungkin,
mungkin bila suatu hari nanti
ternyata
kebahagiaan kita ada pada axis yang
kurang lebih sama..
mungkin
...
kelak kita akan menjalin
kebahagiaan kita bersama
dibawah atap hutang pada bank
dan limbungnya harapan masa depan
dan pecahnya air mata
di ikat jutaan ciuman yang saling menguatkan
di ikuti kesederhanaan tawa lepas
sebelum kita sadari bahwa
kebahagiaan itu
sekedar usaha
yang sering fana
untuk sekarang,
saya bahagia -begini saja
untuk sekarang,
saya harus pergi
dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri
benar tidaknya teori diatas
yang benihnya telah saya sebar
lama, sebelum waktu
mempertemukan kita
..
baik baik kalian sekarang,
raihlah kebahagiaan.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home