b.o.s.a.n
kehidupan gw seperti tidak pernah ada disini. mungkin pernah ada,
tapi lingkungan terlalu cerdik berupaya menghapusnya dari akal.
yg sisa hanya memori hangus, tak mungkin dihidupi kembali.
12 tahun pun serasa merentang begitu banyak pertumbuhan diri.
gw udah muak dengan mall-culture; bosan kongkow2 (di mall); cape liat abege malem mingguan (di mall); lebih2 org2 cabut kerja, kongkow2 dan berperilaku sperti abege -di mall!
..yang pasti sih, jenuh tidak punya opsi (pdhl mustinya ada).
yg sisa di kota ini, cuman perang idealisme bathin gue doang: kenapa perempuan identik dengan kaum yg disia-siakan? apalagi kalo perempuan itu sendirian.. plus, cukup content dirinya untuk tidak perlu memasang muka 'bitchy'. gue mulai ngerasa kalo 'bitchiness' dan 'dependencies' itu bagian dari survival kit seorang cwe di jakarta. hati gue pilu. terutama toh kalo dipikirin, ga akan bawa gue kemana juga. sebelom issue2 laennya naik ke permukaan, gue milih untuk ngabisin waktu gue makan dan tidur. gue jadi malas. malas berinisiasi. malas merasa. malas gerak. bahkan malas berkutat sama dunia kreatif. semua elemen yg menjadikan gue, gue. ini kota yg membodohi gue. bedanya kota lain membuat gue merasa bodoh, sehingga gue pengen belajar. tapi kota ini membodoh-bodohi gue dari sisi intelek, bathin dan diri. gue bener2 haus sama kemerdekaan gue untuk bisa mandiri.
belom juga satu minggu lewat. gue udah mengandaikan bisa nyepi, sendiri. jauh dari siapa dan apa2. gue lebih bisa hidup mengurung diri gue sendiri dari pada dikurung oleh lingkungan. gue mulai melihat tanda2 negative behavioural di diri gue. ah, mungkin sudah waktunya gue doa: spy gue bisa manage untuk cukup sabar hingga tangga 7 nanti, tanpa perlu meledak2 tanpa ujung/pangkal.
ini bukan kota gue..
(maap ga'!)


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home