29.12.05

SERING
memposisikan dirinya sebagai
korban dari idealismenya sendiri
yg layak dimengerti, diakui, diterima
dan banyak ingin dipatuhi

manusia,
tak pernah bisa lepas dari egonya.

2 Comments:

At 4:58 pm , Blogger widhyatmoko said...

hmm...
mestinya hanya butuh untuk berjalan
tak perlu untuk tiap saat
selalu mencoba dipahami...

kadang membiarkan hidup tetap
menjadi pertanyaan tak terjawab...
hmm itu tetap indah...
dan tak mengurangi maknanya...

 
At 5:12 am , Blogger mumpuni said...

masD :)
iya, ku percaya..
mungkin belum
mengerti betul..
apa lagi,
untuk memahami..

coba mulai aja
dari percaya, ihihi
percaya di nikmatnya
ketidak tahuan :D

mas blognya mana? ku mo baca..
salam untuk mbakV, dan dega tentunya!

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home