a monologue:
nyonyah, beras habis
. . . masih ada kacang hijau dan kus kus bukan?
nyonyah, ada undangan untuk pergi foya foya
. . . biarkan saja di meja. sekarang waktunya prihatin
nyonyah, ini kaleng kornet kita yang terakhir
. . . masaklah. jangan lupa paruh tiga untuk makan esok hari
nyonyah, jangan lupa minum air
. . .
nyonyah, maaf tapi uang belanja pasar tinggal recehan
. . .
dan nyonyah, rumah begitu gelap dan berdebu. boleh saya buka jendela dan bersihkan?
. . .
maaf nyonyah, tapi saya turut prihatin kalau kondisi begini terus -tembok pun tidak akan kuat menopang atapnya.
terima kasih. jasa mu untuk hari ini cukup sekian saja. kamu boleh istirahat sekarang..
besok kita hadapi hari bersama


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home