3.6.06

blaa(h)
balance sheet nggak timpang. hanya bolong. bablas angin'e. niat hati sih ngedempul. kasi fondation dikit, biar rata. cantik. tenang. ga usah bikin dag dig dug. atau keliatannya begitu. yah, kan namanya juga kosmetik. sifatnya sementara. tapi ternyata, menteri keuangan dalam negri udah keburu minta laporan pertanggung jawaban. terlalu awal untuk beli dempul. apalagi bedak pemanis. jadi saya ceritakan saja, kasus bobol masuk anginnya sebuah balance sheet.

karena kebenaran nggak bisa timpang. dia hanya ada begitu adanya. timpang hadir sebagai reaksi pada melesetnya persepsi dan ekspektasi. bisa saja kemudian meraung-raung pada titik penyesalan. tapi toh, tidak akan merubah suatu kebenaran. paling tidak begitu saya diajarkan, untuk berpegang pada kebenaran. apa pun konsekuensinya, ya di sikapi sebaik-baiknya saja.. tetap dijalur kebenaran pastinya. tanpa harus terlalu berbelit menjustifikasi sebuah pembenaran.

rumit? semestinya tidak. tapi saya mengakui tingkat delikasi'nya. paling tidak, dibutuhkan pengakuan norma diri yang relatif lapang dan tiap individunya ada di platform penerimaan yang kurang lebih sama. kebenaran baru bisa di utilitaskan sebagai sarana belajar untuk saling tumbuh dan mendewasakan satu sama lain. di tingkat ini, diam cenderung menjadi boomerang. dimana pembenaran datang dari ego -sepihak, kebenaran lebih bersifat universal. oleh karenanya, diam tidak menyelesaikan masalah.

. . .

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home