27.6.06

saya bilang 'selamat'
yang terlambat
ah, kebiasaan
terlambat dua hari
meski sesungguhnya
saya mending tidak usah ingat
paling tidak pura-pura saja
pura pura lupa
walaupun saya ingat
kemarin,
kemarinnya,
dan seminggu sebelumnya..
dasar refleks
saya bilang 'selamat' juga
dia seperti
terharu
huh! saya jadi
jengkel
dia terharu saya ingat
saya bingung kenapa saya ingat
cinta, saya sudah kapok
sayang pun, lebam memar
sekedar peduli, boros rasa doang
jengkel betul!!
ngapain juga saya ingat ya?
ingat dia,
jadi ingat sentuhan pipinya pada pipiku
lengket hingga pagi bernyanyi
-lima tahun lalu.

. . .

sebentar lagi,
dia juga berulang tahun.
entah saya ucapkan apa tidak
seperti tahun lalu
ingat jauh hari,
lupa total pas jatuh harinya.
jadi saya acuh
dingin
si perempuan tidak punya hati
jadi dia murka
tujuh hari tujuh rupa
kalau perlu tujuh bulan
sekalian, tujuh turunan
jujur sih, saya lupa amukannya
saya cuman ingat
amarahnya cukup
bikin saya tidak ingin lupa
tahun ini..
buat saya, cukup saya.
disini buta peta
untuk kirim kirim 'selamat'
dia layaknya
hilang ditelan bumi
tujuh hari tujuh rupa tujuh turunan
sukur sukur tidak harus
dengan segala angkaranya
sama saya..
dan kalaupun dia ada,
saya enggan ucapkan 'selamat'
jujur saya,
rindu gila mampus sama
dia

. . .

maaf,
tapi saya juga
rindu sama dia dan dia
oh, dia juga..!

yang pertama karena
hilang kabar,
dan antena bilang dia mau menikah sama
yang lain.

yang kedua, keracunan
rindu saya dengan nafsu nasar
sampai gengsi musti ada selamatkan diri
dari saya

yang terakhir,
dia mau mau malu tapi mau
sama saya
dan saya, wanita yang rindu di rindukan

. . .

dangkal betul,
di bulan cancernicus penuh 'selamat' ini!
yah, syukuralhamdulillah..

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home