20.6.06

tiga, atau empat dering?
ataukah saya tunggu hingga sapaan 'halo' mailbox kamu?
saya sendiri lupa.

sama seperti saya lupa gerak gerik mu.
saya lupa bau mu.
saya, masukkan deretan nomer ponselmu semalam dengan rasa asing.

kata mereka, kamu pengisi waktu saja.
kata mereka, saya hanya butuh kesibukan sementara -dan kamu dulu lalu adalah obyek.
kata mereka, saya sudah kembali menjadi saya yang mereka tahu.

saya, ikut tertawakan saja;
tawa campur aduk dari riang
+ tawa nakal badut sirkus
+ tawa kemenangan.. atas apa, saya juga kurang faham.

saya, lupa karena tidak ada pilihan lain
paling tidak kini ada kesempatan untuk prioritas lain.. untuk, diutamakan
daripada kamu, yang tidak memberi saya pilihan lain; kecuali untuk lupa.

jadi saya banyak diam,
mengenakan kaca mata kuda terutama untuk yang utama saja
antara issue satu dan dua mungkin bahkan tiga, yang sudah bulanan saya bisu bekukan.

saya.. diam saja dari mereka, bahwa saya coba tiga -atau empat, dering merindukan entah apa karena bila itu kamu, saya sudah lupa. pada hening saya meraba sepi: hari penantian saya hampir habis, lalu saya harus menentukan kembali pulang kemana..

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home