ibu punya cinta yg sering ga kebendung, apalagi untuk ditakar.
lucu. teman saya heran, bagaimana saya lebih memilih untuk belanja untuk ibu atau keluarga dari pada untuk diri saya sendiri. saya memang tidak hobby shopping. kebutuhan sekolah saya sudah menyita banyak. cara hidup hari-harian saya (diluar shopping) pun, sudah cukup tinggi. jawaban saya simple, "kenapa tidak? anggap saja ini investasi; secara logika, return yg saya terima jauh lebih besar bukan?"
lucu. banyak yg nanya, di jakarta udah ngapain/kemana aja? suka bingung jawab gimana. saya ke jakarta itu untuk pulang: jadi saya seringan dirumah. tidur, makan, manja2 dan memanjakan. saya cukup puas hanya dengan dirumah. meski perbedaan antara 'biasa menikmati rana'nya hidup sendiri' dan 'kembali hidup toleran bersama' pada awalnya bisa membingungkan. tapi, saya nikmati keseluruhan alur nadanya.
lucu. di hari dan umur segini, saya masih diberi jam malam. 'kuno, tapi maksud dibaliknya baik..' ini, saya sudah malas coba jelaskan. terlalu banyak sisi rawan dari pada sisi amannya untuk bilang; bagaimana saya menghargai didikan ibu meski saya tidak sepenuhnya setuju. akhir2 ini, tiap kali diingatkan ibu atas pembelotan2 saya (yg sering -yes, tanpa saya pungkiri, meski sering saya siasati -pastinya) merasa trenyuh: gabungan antara kesan dan haru -bahwa ibu masih mau mengingatkan saya. itu saja, sudah cukup.
lucu. seperti ada gairah baru, nemu coklat beng-beng terselamatkan di lemari es tanpa ter'buang' diluar perut si empunya-nya: saya. cepat2 saya tanam kembali semangat itu dengan mengganti shower head di kamar mandi jam 11.30 malam. padahal di norma hidup sendiri saya, itu bakalan terealisir esok pagi. kemungkinan besar, saya akan coba alternatif lain dari pada harus membeli head baru -yg dasarnya sih, malas. nyatanya, disini ada alur kasih sayang berantai yg tidak ingin ada yang memutuskan.
lucu. hari ini ibu ngangkat seorang 'anak' baru dengan membagi sayangnya. pastinya komplit dengan wajah, karakter, jiwa dan nurani yg cukup menarik untuk saling mengenal dan menyelami. saya ikut takjub dalam bahagia melihat segala prosesi hidup. jelas, ada alur cinta berantai yg tidak ada yg ingin memutuskan..
ibu punya cinta yg sering ga kebendung, apalagi untuk ditakar.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home