panggil saya bodoh. saya yang tidak siap untuk merelakan dia. disini ada perang ego. dimana ego yang sama, tidak sedang di posisi yang cukup kuat untuk mengangkat beban tubuhnya sendiri. hanya modalkan naluri, ingin masih bisa mengenal, memahami, menyayangi dia. saya manusia bodoh.
panggil saya bodoh. saya belum siap memahami fisik sendiri. bagaimanapun sering kabel melekat di tubuh dan darah mengucur. semua dijalani meski bathin mengambang. saya manusia bodoh.
panggil saya bodoh. karena selebihnya, saya memilih mencari nyaman di gelapnya kebodohan diri. hingga hati kelak menangis, mencari muara kebenarannya. dimana pagar pembendung rasa penyelamat asa akan kembali timbul. saya manusia bodoh.
panggil saja saya bodoh,
saya hanya butuh pengertian yang baru.
sambi sesekali mengingatkan diri,
Qur'an (mungkin) lebih menjawab
daripada pil non-adrenalin yang saya tenggak.
phase ini pun, akan terlewati.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home