satu jam lebih lewat sudah. coba rangkaikan kata demi kata. coba artikan situasi, coba pahami diri, coba resapi hidup. tapi yang ada saya hanya memandangi layar monitor yang semakin banyak di ketik semakin kosong. padahal hati sudah pilu, dan layaknya air mata hadir. yah apalah, satu dua tetes pun jadi sebatas simbolisme basuhan jiwa. tapi disini hampa saja. seperti tidak pernah ada. semakin tiada, semakin diri mengejar keberadaannya. tapi keadaan tetap, hampa. saya tidak lagi merasa. yang ada hati semakin nyeri.
apa
dimana
bilamana
bagiamana
mengapa
tidak lagi hadir..
seperti kehilangan separuh esensi diri.
beta-blocker keparat!!


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home