panci tak bertutup
saya akui saya lemah
niat baja bermodal nyali bekicot
atau kecanduan berlaku bodoh
apa itu kepercayaan - apa itu keyakinan
tutup mata, coba meraba yg sudah terasa hampa:
panci tanpa dasar sementara tutup entah kemana
musti mawaskan diri atas debar2 jantung..
menjelang dua puluh enam itu tidak lagi satu enam
bahwa sekampung itu bukan lagi seorang,
kalau belum bisa utamakan diri, baiknya utamakan mereka yg lebih peduli (atas saya)
karena ini bukan saatnya saya jatuh
apalagi kedalam panci tanpa dasar yang tutupnya entah kemana..
dan bukannya mereka semua sudah peringatkan saya atas sakitnya?
ah ya, yang dilarang pasti lebih nikmat
sungguh saya nyaman merindukan dia
mengharap bahwa saya masih bisa menyemayamkan sayang di dadanya
-sambi coba kuatkan diri untuk tidak mengharapkan kembalian.
toh semua ini bisa jadi sekedar ilusi 'ada dan tiada'
biar, saya membodohi diri saya kembali
atas liang kebodohan diri yang lagi-lagi saya ciptakan sendiri
karena ternyata saya sayang dia
hati luluh dalam sujud pada penciptanya sebelum tubuh sanggup menekuk:
mohon ampun
mohon jati
mohon pasrah
mohon restu
mohon pareng
bisikkan jalan yang benar bagi ku ya Allah..


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home