(tragedi) terima kasih...
dua kata. dua kata saja yang tersirat. tidak juga satu kalimat, apa lagi satu paragraf. hanya dua kata, tapi sungguh menampar: begitu singkatnya sebuah konklusi penutup. singkat yang tidak padat. bila hambar ada demi netral -tapi hampa? argh..!!
saya terima kasih mu yang hampa tak berarti itu.
saya coba terima bahwa hanya itu yang mampu kamu pancarkan.
saya belajar untuk menerima, bahwa ternyata salah ada pada saya -terhadap saya.
. . .


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home