11.4.06

ciaat! saya loncat, dia loncat. saya jalan, dia pun jalan. saya joget, pastinya dia terbahak bahak menirukan. aih, tiba-tiba saja saya punya buntut, bukan lagi yang paling kecil. hati sering mendua, selalu coba mengingatkan sendiri untuk bisa bermain dengan boneka hidup mungil tanpa lalai tanggung jawab.
'nanti, sepulang dari dokter.' bisik2 sama adik kecil di kursi jok belakang, 'kamu bilang sama eyang ya, "bakpau! bakpau!" gitu ya? wuih, enak deh. kamu pasti suka. coba gimana?'
"bah-pao.. bah-pao!"
'aih pintar! sayang sekali sama kamu... ingat ya, pulang dari dokter!'
adik kecil pun mengangguk patuh.

namanya juga anak kecil, 2 tahun aja baru lewat. keluar dari ruang praktek dokter, saya lihat dia keburu tertidur di kursi belakang mobil. nyatanya, saya juga sudah keburu lemas. kata oom dokter kondisi saya malam ini: masuk angin, 130 bpm, sesak nafas, pusing pun ada. kata oom dokter, besok subuh saya musti berangkat ke rumah sakit untuk seperangkat test2 berikutnya -dan oleh karena itu saya perlu puasa. raiblah sekonyong2 impian menggigit bakpau panas. bingung juga, sebenarnya saya lemas kenapa: side efek obat yang sering bikin lapar.. atau anxiety attack?


jujur, hasil test esok bukanlah kejujuran yang siap saya tampung dengan diri.

1 Comments:

At 6:07 pm , Anonymous Anonymous said...

git, ini mas yayok, long time no see ya.. ternyata anggit seneng nulis... send an email please,
cahyo_utomo@telkomsel.co.id

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home