25.9.06

seseorang dateng dan ngebuat semuanya, relatif mudah. mudah untuk bicara. mudah untuk tidak bicara terbata-bata. mudah untuk ingin bicara. ingin kenal. ingin dikenal. ingin mengerti, ah ini belum.

seperti kerasukan, kecanduan, saya merindu sejuknya kemudahan yang ada pada dia. walau kemudian hanya sebatas diambang jamban, ibaratnya tak mengapa. karena panas ku di permukaan, dan sejuk ku terlalu dalam. saya menyandu, ingin mengenal dia dari kisah hidupnya. siapa tahu, lalu mengerti mimpinya.. untuk lalu..

AH! terlalu jauh. panas ku terlalu membara di permukaan. untuknya. kepada dia.

sementara gerbang pintu sejuk baru saja bercelah, untuk sosok yang lain. yang pada ada dan tiadanya kami, saya dan dia, ataupun kita.. saya tetap nyaman disejuknya rasa saya untuk dia. yang masih sendiri.

HUH! disaat ada yang mudah, saya masih berpegang pada yang sulit. paling tidak, saya lebih tahu dimana memposisikan diri pada sulitnya itu.


. . .

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home