. . .
10menit menjelang jam 11 petang. nasi sedang masak, ikan dipanasin. lapar pun enggak. tapi harus: harus minum obat, harus kembali kuat, (lagi2) ada diri dan jiwa untuk diangkat. ah! sendiri aja udah repot, memilah antara prioritas dan nafsu. ya nafsu, yang datangnya tiba2 menggebu2 ditiap2 degub jantung yg semakin memburu. malam ini, laparku kandas diantara cemburu.
tahun lalu ada yang bilang, kalau belum pernah merasakan cemburu -berarti belum pernah sepenuhnya menyayangi seseorang. di tahun yang sama, anggit akhirnya ngerasain degub buru cemburu dua kali. yang pertama konotasinya gelap. diawali sama pertanyaan dasar, "apa kamu udah jadi sosok yg bisa anggit percaya?". sayangnya kejujuran tidak berarti kepercayaan. dia menjawab jujur, cerita sebuah infidelitasnya. yang kedua, cemburu dalam kadar baik. seorang perempuan cantik belia bak gurita menyenderkan bahunya pada dadanya, terabadikan dalam sebuah foto. pastinya saja cemburu; itu adalah dada yang tidak pernah anggit sentuh dan rasakan pulsa aliran darahnya -sebagaimana pun disini jungkir balik mencoba menyintai dirinya.
ah! cemburu. wahai rasa, cemburu manakah yang kamu ada sekarang?
pastinya yang kedua, karena perempuan itu bisa bersamanya sekarang. meluangkan waktu, bersenda gurau, manja dan memanjakan dia, saling belajar memahami satu sama lain sementara aku disini coba penuhi panggilan tugas. perempuan sama yang mendekatkan aku dan dia. dan aku hanya manusia, yang hidup di alurnya darah, yang dipompa oleh jantung, yang semakin lama semakin nafsu -memburu, sementara paru telah kasat oleh kelambu nikotin.. "cemburu, berhentilah memburu. dimana musti ku taruh niatku untuk pasrah pada Pencipta ku?"
pion-pion rasio pun satu persatu maju. membentang suatu barisan, coba pagari rasa. mestinya aku tak perlu, begitu memburu pada perempuan itu. mestinya aku hanya perlu, bisa memahami. pahami waktu, gurauan, manja dan pahamnya yang dipicu rindu. rindu seorang perempuan, pada yang lain. mestinya aku bisa mensyukuri. syukuri bahwa dia bisa jadi satu sosok bagi perempuan itu -seperti dia, sudah (kadung) jadi sebuah sosok bagi ku..
dan lagi, aku hanya perempuan. beginilah kodrat, sebagai spesimen pengandung janin kelak: selalu ditantang oleh perhitungan2 visi dan misi. sudah sedalam itukah dia hadir di dalam hati ini? sudah setinggi itukah ku gantungkan harapan pada dia? sudah pantaskah dia untuk mengayomi cinta ku? bukankah semudah itu kehadiranku digantikan oleh seorang 'tamu'. tamu yang selayaknya mengingatkan dia pada diriku? nyatanya, diantara waktu, gurauan, manja dan pahamnya, dia lupa . . . (lupa sama aku). "cemburu, ah benarkah ini semata yang ku rasa? atau perlu ku telaah kembali dimana musti ku letakkan wajahku saat ku bercermin?"
20menit menjelang tengah malam. nasi dan lauk sedang dicerna. obat pun segera menyusul begitu kepulan cangkir teh entah keberapa, mereda. reda -ah, kata yang manis. penuh harapan disaat-saat seperti ini. single'nya cranberries sudah memutar 'i cant be with you' dan 'empty'nya berulang kali dari mini-compo kesayangan. biar aja rasa dan rasio sibuk dengan dialogue mereka masing2. disaat daya sudah letih memerangi diri, nyatanya dia sudah (kadung) jadi sosok sendiri bagi anggit. yang sisa hanya tinggal nikmati semua prosesinya. dan sungguh, nggak ada yang bisa ngegantiin petikan gitar cranberries malam ini.. malam yang panjang diantara tumpukan tugas2.
Allah, tolong bantu angkat gemuruh rasa ini;
apapun itu, aku tidak perlu ingin tahu (dulu)....




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home