tiba-tiba dia buka mulut. oh, bukan. tiba-tiba dia berani buka mulutnya, lagi. lelaki itu. lontarkan pernyataan. lebih mirip restu. yang ditanya pun tidak. sekenanya saja. dia bilang teman saya ok. saya bilang pasti. dia bilang dia mau. saya bilang tidak bisa. dia bilang teman saya ok. saya mengangguk. dia bilang bagus saya diantara teman yang ok. saya lepaskan senyum, sebelum pamit.
terima kasih, hatimu baik..
tapi perilakumu selalu ada maunya (yang lain)
itu saja, cukup menjembatani saya dan kamu.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home