untuk pertama kalinya, obat tidak lagi mengontrol tubuh. kemarin, satu sore hujan rintik2 di borough Hackney, saya kembali merasa. bisa jadi sugesti. bisa jadi gejolak hormon bulanan. bisa jadi hasil mendengarkan the drugs dont work-nya the verve berulang ulang. apa pun itu, saya berhasil merasa (waras) kembali.
rasa, pastinya tidak berpihak pada saya. tangisan hati yang lalu begitu jauh, kali ini semakin dekat. nyeri. seperti berada di persimpangan jalan, saya seperti bisa memilih antara merengkuh nyaman pada pengaruh obat atau menikmati perihnya rasa. pagi ini, saya sudah lupa jalan mana yang saya ambil. saya hanya ingat hati saya meronta pilu.. dan sayangnya kelenjar air mata masih berada di titik toleransi tanpa batas. saya ingat, semua keasingan fenomena ini sebagai sesuatu yang mengerikan. saya ingat lewat tengah malam, mencoba meraih perhatiannya di saat ngeri ada pada klimaks. dan saya sadar betul, pagi ini bangun untuk tidak menemukan kabar dari dia.
jadi saya coba beranikan diri lagi, tuangkan pada tulisan..
dengan harapan suatu hari nanti saya akan mengerti.
saya sempatkan menulis sebelum dosis obat saya berikutnya,
yang semoga bisa mematikan kicauan burung kecil yang kembali hadir pagi ini.
..pagi pit


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home