ya Allah,
ampuni sombong diri ini
. . .
sementara kata sudah terlafalkan.
hati pun meringkih pada pilu;
terlalu lama terlalu tegar.
dan perilaku muak jengah,
hingga air mata tertetes..
kini Kau harus menguji
kepasrahan ku merelakan dia.
lewat bisikan
isak bathinnya menyendiri disana
terlalu dingin..
untuk dibiarkan membeku.
maafkan ya Tuhan,
untuk segala limitasi
kebijakan manusia semata belaka.
namun sungguh,
apa-apa yang tanpa pamrih itu
hangat adanya.
ya Gusti, bila memang dia
tidaklah untuk ku,
tolong padamkan saja
. . .
lampu kemarin dan masa lalu.
Amin


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home