24.5.06

[anak perempuan dan ayah]

bukan lagi seorang puteri yang kebocahan.
pun peranan wanita atau ratu,
entah persepsi itu sempat terlintas atau tidak.
namun sebuah sosok ibu..
seorang pemerhati
yang merengkuh
si pemelihara
sang penganyom
. . .
ah ayah,
sungguh haru ku mengalir pada kepercayaan mu..
(dalam restu Gusti, biar doa'mu jadilah atas diri ini)
dan bukan maksud pengharapan meragu atau merugi,
tapi mohon yakini saja
-seperti tubuh ringkih ini telah hidup dan tumbuh
atas kerja keras dan keyakinan mu;
bahwa layaknya hidup untuk berkarya didalamnya.
di sisi ini, perwujudan cinta kasih mu tidak akan pudar
semoga karya ku pun kelak akan nyata..

zeontjes,
putri mu -selalu.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home