titip
tidak lagi minta ijin dahulu
asal tembak saja
toh ini yang saya mau
atau perlu?
saya mau janji mu.
bagaimana ya..
janji dulu saja untuk meng'iya'kan,
baru nanti saya bilang 'apa'nya..
sayangnya tidak begitu caranya
senangnya untuk tau
-kita bukan lagi bocah ingusan
senang, karena ada harapan
untuk kamu sadari betapa sulitnya
kata-kata berikutnya untuk dilafalkan.
yah, saya perlu janji mu:
pemberitahuan lebih awal,
apabila kamu lihat/niat untuk dekat dengan yang lain.
kenapa -kata mu.
(jangan tanyakan kenapa)
beritahukan saja, secara verbal dan tidak sekedar sikap -jawab ku
(karena saya si bodoh, penjunjung sikap yang diawali niat baik dan dijalani di hati tulus)
kau katakan 'iya'
dan saya berserah pada pegangan kata-katamu
seperti dahulu kamu pernah,
memintaku untuk percaya (saja) sama kamu.
oh, ternyata saya memang yang perlu janji mu
saya perlu dibantu agar saya,
bisa ringankan beban pengharapan..
karena kamu nyatanya manusia,
yang memang patut dijunjung;
yang masih ingin saya percayai;
yang walau penempatan rasa memang
masih layak untuk kabur pada jalur waktu;
saya masih ingin pelajarinya...
jadi untuk sekarang ini,
saya titipkan saja sama kamu..
apapun itu, dan arti
saya juga tidak (ingin) terlalu tau dulu..


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home