apa daya
cinta, dimanakah engkau menjejak?
disini, tubuh ingin mengaduh
dan rintikan air mata
tak lagi mampu menggambarkan
derunya pilu. ngilu.
namun cinta tak juga kunjung pudar
seperti cinta juga tak kunjung melahirkan
restu.
sudahkah aku menemukan cinta
selayaknya hidup menemukan nafas
diantara kelahiran dan kematian?
.......ia yang bergulir
begitu saja, apa adanya.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home